Minggu, 19 September 2010

Sibling(s), Brother(s) or Sister(s)


Bagi Anda yang memiliki saudara kandung mungkin merasakan apa yang saya rasakan. Apalagi jika saudara kandung Anda hanya satu, yang berarti hanya dialah satu-satunya saudara kandung yang Anda miliki. Mungkin Anda sering bertengkar dengan dia hanya gara-gara masalah sepele seperti berebut kaca rias, merasa iri karena dia dibelikan sepatu baru dan kita tidak, atau berebut makanan yang baru saja dibelikan tante dari luar kota. Tidak jarang juga kita berpikir andai kita adalah anak tunggal sehingga tak perlu ada keributan setiap pagi saat kita berias sebelum berangkat sekolah dan ayah tak perlu membeli dua pasang sepatu agar tak ada kecemburuan antar anak, atau tante tak perlu membeli banyak makanan dari luar kota agar kita tidak berebut mendapatkannya.
Tapi sebelum kita berpikir tentang indahnya menjadi anak tunggal, pernahkah kita berpikir betapa sepinya rumah kita tanpa saudara kandung yang biasanya menjadi 'trouble maker' dan 'pemicu amarah'? Bayangkan hampanya hari-hari kita tanpa pertengkaran rutin itu? Dan bayangkan betapa sesungguhnya hubungan kita dengan saudara kandung kita itu sesunguhnya sangatlah indah dan berwarna. Dengan warna-warni pertengkaran dan perang mulut serta rasa iri hati itu. Dan sesungguhnya saudara kandung adalah orang yang sering membantu kita, menjadi teman yang takkan mengkhianati kita dan juga seseorang yang selalu berbagi rasa dengan kita. Mengapa? Karena dia adalah orang yang pernah bersemayam di rahim yang sama dengan kita, yang dalam ditubuhnya mengalir darah yang sama dengan darah kita. Boleh jadi dialah yang menangis saat kita tersakiti. Dialah yang berdarah-darah saat kita terluka. Dan dia yang mendoakan kita dalam setiap solatnya. Sibling(s) broter(s) or sister (s) :)

0 komentar:

Posting Komentar